Rabu, 11 Juli 2012

Mengapa Anak Terlahir dengan PHPV? »

Mengapa Anak Terlahir dengan PHPV? »

Mengapa Anak Terlahir dengan PHPV?
Bagian belakang lensa mata diisi oleh cairan bening seperti jelly yang disebut vitreus. Pada perkembangan janin yang kurang sempurna, mata akan mengalami kegagalan pada pembentukan vitreus pertamanya (“Primary”). Vitreus tersebut tidak mampu menjadi bening dan justru tumbuh berlebihanan (“Hyperplastyc”) dalam keadaan keruh dan berparut. Normalnya keadaan ini akan hilang, namun sebaliknya ia malah tetap (“Persist”) pada keadaan tersebut. Karena itulah kelainan ini disebut dengan “Persistance Hyperplastyc Primary Vitreous”. 
 
Vitreus yang berparut akan menempel terus di belakang lensa dan juga daerah sekitar retina, sehingga menghalangi cahaya untuk masuk ke bagian belakang mata. Hal ini dapat merusak bagian-bagian mata lainnya dan menimbulkan penyakit mata lanjutan seperti katarak, ablasi retina, glaukoma, dan mata akan terlihat lebih kecil dari biasanya (microphthalmia).
 
Tanda-Tanda PHPV
Cara paling mudah mengenali gejala PHPV adalah bagian hitam mata (pupil) akan tampak pucat/putih. Mata yang mengalami kelainan akan kemudian menjadi juling, terasa sakit, penglihatan kabur dan mata memerah akibat tekanan yang terjadi pada bola mata. Ada pula yang kemudian mengalami nygtagmus atau bola mata berputar cepat tak menentu. 
 
Belum ada penyebab pasti dari kelainan ini. Sebagian besar menganggap PHPV sebagai penyakit keturunan dan umunya hanya menyerang satu mata saja.
 
Penanggulangan
Ketika hanya satu mata yang terkena PHPV, tindakan operasi sebaiknya dihindari. Para dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi penyembuhan yang berguna untuk mengembalikan penglihatan secara normal. Terkadang memakai kacamata dan lensa kontak bisa menjadi solusi terbaik. Akan tetapi jika kedua mata sudah terjangkit, maka tindakan operasi wajib dilakukan untuk mengangkat vitreus yang keruh tersebut. (TR)
Akses mobile http://m.optikmelawai.com via ponsel anda !
http://www.optikmelawai.co.id/eye_info/mengapa-anak-terlahir-dengan-phpv/789/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar untuk kemajuan blog ini seterusnya.