Kamis, 23 Agustus 2012

Buta Warna: Apa dan Siapa yang Beresiko Mengalaminya? »

Buta Warna: Apa dan Siapa yang Beresiko Mengalaminya? »

Buta Warna: Apa dan Siapa yang Beresiko Mengalaminya?
Buta warna bukan berarti dapat tidak dapat melihat warna pada sebuah objek, namun mengacu pada ketidakmampuan untuk membedakan warna-warna tertentu. Mata tidak lagi mampu menghasilkan keseluruhan pigmen yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan normal. Disamping hitam dan putih, setiap orang memiliki saraf penglihatan yang peka terhadap warna-warna seperti biru, merah dan hijau. Jika kehilangan satu atau lebih dari saraf tersebut, maka ia bisa disebut mengalami buta warna. 
 
Sebuah studi menunjukan bahwa pria lebih rentan mengalami buta warna dibanding wanita. Sebanyak 99% penderitanya tidak mampu membedakan warna hijau dan merah. Banyak pula yang menyimpulkan bahwa kebutaan merupakan kondisi keturunan dan karena adanya penyakit pada saraf optik atau lemahnya sel-sel retina. Selain itu, kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet karena tidak menggunakan pelindung mata secara benar juga bisa menyebabkan buta warna.
 
Buta warna dibagi dalam dua kategori, yaitu buta warna total dan buta warna parsial. Pada buta warna total, penderita tidak bisa mengenali warna lain, kecuali hitam dan putih. Sementara pada buta warna parsial, penderitanya mengalami kekurangan pigmen dalam sel retina sehingga tidak bisa melihat warna tertentu saja. 
 
Tidak ada cara penyembuhan untuk mengatasi buta warna ini karena ia bukanlah penyakit namun merupakan cacat mata. Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami buta warna atau tidak adalah dengan melakukan test mata yang disebut Ishihara. Sekecil apapun kecurigaan, tak ada salahnya untuk langsung mengkonsultasikannya dengan dokter mata Anda. (TR)
Akses mobile http://m.optikmelawai.com via ponsel anda !
http://www.optikmelawai.com/eye_info/buta-warna-apa-dan-siapa-yang-beresiko-mengalaminya/146/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar untuk kemajuan blog ini seterusnya.