Minggu, 21 April 2013

Jenis - jenis Lensa Kacamata (3)

enis - jenis Lensa Kacamata (3)

B. Menurut Warnanya.
  1. Clear.
    Sesuai dengan namanya, lensa ini tidak mendapat pewarnaan. Kalangan optikal lebih sering menyebutnya dengan white/putih, meskipun yang dimaksud bukan warna putih seperti susu.

  2. Monokrom.
    Merupakan jenis pewarnaan lensa dengan hanya 1 pola warna, baik pada lensa berbahan mineral maupun organik.
    Pada lensa mineral, proses pewarnaan dilakukan di pabrik lensa blank (lensa setengah jadi yang belum dibuat berukuran) dengan cara menambahkan pigmen warna pada saat proses pencetakannya. Jadi, pigmen warna menyatu dengan bahan lensanya. Keterbatasan pigmen warna dan kerumitan proses ini membuat warna yang tersedia untuk lensa mineral menjadi sangat terbatas, kurang banyak variasi. Beberapa warna tersebut antara lain :
    • Coklat/brown.
    • Coklat terang/lite brown.
    • Abu - abu/grey.
    • Abu - abu terang/lite grey.
    • Biru terang/lite blue.
    • Pink.
    • SP-9.
      Ini adalah warna coklat seperti warna tanah. Banyak orang menyebutnya coklat lemah teles (Jawa; tanah basah)
    • G-15.
      Warna hijau tua/gelap, kira - kira seperti warna cincau. Warna lensa ini dahulu populer pada sunglass Driving Series bikinan Rayban.
    Saat ini, untuk mendapatkan lensa mineral dengan warna - warna seperti di atas sudah tidak mudah lagi, sehingga kebanyakan optik akan enggan mendapat order lensa mineral berwarna. Praktisi optik akan lebih menyarankan pemakaian lensa organik yang akan memberi lebih banyak variasi warna. Biasanya akan disediakan katalog warna sehingga calon pemakai tinggal memilih warna yang diinginkannya. Proses pewarnaannya juga tidak serumit lensa mineral, sehingga ada beberapa teknisi optik yang mampu melakukan proses pewarnaan sendiri.
  3. Gradual/gradient.
    Pewarnaan dengan pola gradual (bergradasi) hanya dapat diaplikasikan pada lensa organik.
    • Gradual monokrom.
      Merupakan pola pewarnaan dengan 1 warna yang bergradasi ke arah terang/clear. Pada umumnya, warna yang paling gelap akan diposisikan di sisi atas lensa, makin ke bawah makin terang.
    • Gradual duokrom.
      Merupakan pola pewarnaan dengan 2 warna yang bergradasi pada peralihan kedua warna tersebut. Tidak semua produsen lensa organik menyediakan pola warna ini, sehingga seringkali ini merupakan pesanan khusus. Tentu saja harganya juga menjadi khusus (baca: lebih mahal). Jika praktisi optik (yang mampu melakukan pewarnaan lensa organik sendiri) memiliki kreatifitas tinggi dalam penyediaan pola warna khusus ini, akan menjadi poin plus bagi optik tersebut.
  4. Photokrom.
    Inilah lensa yang oleh orang (awam) sering disebut dengan lensa siang malam, atau ada pula yang menyebutnya lensa night ‘n day. Lensa ini akan berubah menjadi lebih gelap jika terkena paparan sinar matahari. Ada yang berubah menjadi warna coklat (photobrown), ada juga yang menjadi abu - abu (photogrey). Makin terik sinar matahari yang menimpanya, semakin gelap lah warna lensa tersebut. Warna lensa akan kembali menjadi terang jika tidak lagi terpapar sinar matahari. Pada umumnya, kegelapan maksimum lensa jenis ini akan kurang dari 75%. Lensa photokrom yang berkualitas bagus, akan mempunyai intensitas kegelapan yang tinggi dan lebih cepat kembali menjadi terang. Oh ya, lensa dengan jenis warna ini juga tersedia dalam bahan mineral (kaca) maupun organik (plastik).
http://www.optiknisna.info/jenis-jenis-lensa-kacamata-3.html

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar untuk kemajuan blog ini seterusnya.