Minggu, 21 April 2013

Memahami Ukuran Bingkai Kacamata

Memahami Ukuran Bingkai Kacamata

Tiga hari yang lalu, seorang muda datang ke optik saya. Begitu masuk, sambil pandangannya men-scaning etalase yang penuh berisi aneka bentuk bingkai kacamata, ia memberi aba: “Mas, yang ukuran 52″. Merasa baru kali itu saya mendengar seseorang yang meminta bingkai kacamata ukuran tertentu, rasa penasaran saya menghangat melelehkan kebanggaan dipanggil “Mas” oleh orang semuda itu (sepertinya masih 20an). Mulut saya pun keceplosan: “Mengapa harus ukuran 52 Mas?” “Karena ukuran itu yang pas dengan muka saya”. “Oohh…” saya pun hanya manggut-manggut (mengangguk-anggukkan kepala) sambil memikirkan cara untuk tidak berdebat dengannya. Singkat cerita (meskipun hampir 2 jam saya melayaninya), ia pun mendapatkan model bingkai yang cocok dengan seleranya. Ukurannya 49. :-D

Ketika kita memilih-milih sepatu atau sandal, jika kaki kita kesempitan dengan ukuran 39, biasanya akan mendapatkan yang lebih longgar jika kita kemudian mencoba yang berukuran 40 atau 41. Nomer yang mengisyaratkan ukuran tersebut umumnya tercantum di bagian alas sepatu atau sandal, sehingga akan mudah untuk diketahui.
Pada bingkai kacamata, sebenarnya juga tercantum beberapa format angka yang menunjukkan ukuran bagian-bagian bingkai kacamata tersebut. Mungkin anda pernah menemui tulisan seperti ini pada waktu memilih-milih bingkai kacamata: 52-18-135 atau 52?18-135 atau hanya 52?18. Masih bisa mengingat, di bagian mana tulisan - tulisan itu berada? Ya betul! Di sisi dalam bagian tangkai.. Di bagian lensa demo-nya? Betul juga.. Hm? Di sisi belakang bridge (penghubung rim)? Itu juga betul.. Lhoh?? Ya, begitulah.. Pencantuman ukuran bingkai kacamata memang letaknya bisa berbeda-beda, tapi pasti berada di salah satu dari bagian-bagian bingkai yang sudah disebutkan itu. Angka 52 mengisyaratkan ukuran rim dalam arah horisontal (disebut lens size atau A size), 18 menunjukkan ukuran panjang bridge (disebut distance between lens/DBL), dan 135 menunjukkan panjang tangkai. Semuanya dalam satuan milimeter. Mungkin akan lebih mudah dipahami jika angka -angka di atas kita tempel ke ilustrasi di bawah ini.
ukuran bingkai kacamata
Nah, jika mengamati ilustrasi di atas, jelas terlihat bahwa ukuran rim yang tercantum pada bingkai kacamata tidak serta merta dapat menjadi tolok ukur terhadap kondisi jika dipakai. Karena, selain ukuran rim, masih ada ukuran bagian-bagian lain yang akan berpengaruh terhadap lebar bingkai (arah horisontal) secara keseluruhan. Bagian - bagian itu adalah panjang bridge (DBL) dan jarak sisi terluar endpiece ke sisi terluar rim (lihat parameter X pada ilustrasi). Jadi, bingkai kacamata yang mempunyai ukuran rim 49, jika dikenakan belum tentu lebih sempit dari pada yang rim-nya berukuran 52. Ukuran rim ini tidak bisa diperlakukan sama dengan ukuran yang tercantum pada sepatu atau sandal yang pasti berhubungan langsung dengan kondisi jika dipakai (longgar, pas atau kekecilan).

http://www.optiknisna.info/memahami-ukuran-bingkai-kacamata.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar untuk kemajuan blog ini seterusnya.